Nasional
Beranda » Berita » Mengenal PTT Exploration and Production Public Company Limited (PTTEP) dan Kiprahnya di Indonesia

Mengenal PTT Exploration and Production Public Company Limited (PTTEP) dan Kiprahnya di Indonesia

PTTEP Indonesia
Mengenal PTT Exploration and Production Public Company Limited (PTTEP) dan Kiprahnya di Indonesia

Deretan, Jakarta – PTT Exploration and Production Public Company Limited (PTTEP) merupakan perusahaan yang bergerak di sektor eksplorasi dan produksi (hulu) minyak dan gas.

Secara umum, fokus bisnisnya mencakup kegiatan eksplorasi, pengembangan lapangan, hingga produksi migas untuk memenuhi kebutuhan energi.

Seiring perkembangan industri, PTTEP juga menekankan pemanfaatan teknologi dan peningkatan efisiensi operasional sebagai bagian dari upaya menjaga kinerja bisnis yang kompetitif dan bertanggung jawab.

Dalam operasionalnya, PTTEP menjalankan berbagai proyek di beberapa negara, dengan konsentrasi yang kuat di kawasan Asia.

Di Indonesia, aktivitas perusahaan dijalankan melalui PTTEP Indonesia sebagai entitas yang menangani kegiatan hulu migas sekaligus menjalankan program sosial dan lingkungan di sekitar wilayah operasional.

Perbaikan Dan Pemeliharaan Instalasi Penerangan Masjid Di Kampung Sanim Rt,0 /Rw.06 Kelurahan Juhut, Kecamatan Karang Tanjung

Keberadaan PTTEP Indonesia memperkuat peran perusahaan dalam mendukung rantai pasok energi, serta membangun kemitraan dengan pemangku kepentingan lokal.

Operasi Hulu Migas PTTEP Indonesia dan Natuna Sea Block A PSC

Salah satu portofolio penting PTTEP Indonesia adalah keterlibatan dalam pengelolaan blok hulu migas Natuna Sea Block A PSC.

Secara historis, blok ini memiliki perjalanan panjang dalam pengelolaan kontrak dan kerja sama, termasuk perubahan struktur partisipasi dari waktu ke waktu.

Dalam kegiatan hulu migas, aspek keselamatan kerja, kepatuhan regulasi, serta efisiensi operasi menjadi pilar utama yang biasanya dijalankan untuk memastikan produksi berlangsung stabil dan berkelanjutan.

Di sisi tata kelola, PTTEP Indonesia juga menjalankan koordinasi operasional dan komunikasi dengan pemangku kepentingan melalui basis perwakilan di Jakarta Selatan.

Tenant Baru Dock Desk Co-working Space Resmi Hadir di Pelindo Tower

Kejelasan pusat koordinasi ini memudahkan kolaborasi dengan mitra, penyelarasan program, serta komunikasi terkait operasional maupun kegiatan sosial perusahaan.

Teknologi, Efisiensi, dan Kesiapan Masa Depan Energi

Isu energi saat ini semakin erat kaitannya dengan tuntutan keberlanjutan. Karena itu, selain menjaga kinerja bisnis inti migas, banyak perusahaan hulu energi—termasuk PTTEP—menempatkan perhatian pada efisiensi energi, pemanfaatan teknologi, dan penguatan praktik ESG (Environmental, Social, and Governance).

Pendekatan ini biasanya dilakukan melalui peningkatan keandalan aset, pengurangan risiko operasional, serta penguatan sistem manajemen lingkungan dan keselamatan.

Di level implementasi lokal, PTTEP Indonesia menerjemahkan arah tersebut melalui program sosial dan lingkungan berbasis kebutuhan wilayah.

Fokusnya dapat mencakup penguatan kapasitas komunitas, peningkatan kualitas lingkungan, serta kolaborasi dengan institusi lokal untuk memastikan program berdampak nyata dan berkesinambungan.

apa artinya run jkt viral media sosial jakarta

Praktik keberlanjutan yang konsisten juga penting untuk membangun kepercayaan dan menjaga hubungan jangka panjang dengan komunitas sekitar.

Respons Kemanusiaan dan Kolaborasi dengan Palang Merah Indonesia (PMI)

Selain program lingkungan dan pemberdayaan masyarakat, PTTEP Indonesia juga terlibat dalam aksi kemanusiaan.

Salah satu contoh kontribusi sosialnya adalah dukungan terhadap upaya tanggap darurat banjir di beberapa wilayah Sumatra melalui kerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI).

Kolaborasi semacam ini menunjukkan model bantuan yang lebih terstruktur: perusahaan mendukung dari sisi sumber daya, sementara pelaksanaan di lapangan dilakukan oleh organisasi kemanusiaan yang memiliki jaringan, prosedur, dan pengalaman respons bencana.

Melalui kemitraan dengan PMI, bantuan biasanya diarahkan untuk memperkuat layanan darurat dan pemulihan bagi masyarakat terdampak, seperti dukungan evakuasi, layanan kesehatan, distribusi bantuan, penyediaan air bersih, sanitasi, dan dukungan psikososial.

Pendekatan ini membantu memastikan bahwa bantuan dapat disalurkan lebih cepat, tepat, dan sesuai kebutuhan di lapangan, terutama pada masa-masa kritis pascabencana.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement