Dereta, Surakarta – Pada hari Rabu (1/4/2026), Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD), Institut Seni Indonesia Surakarta (ISI Surakarta) telah resmi melepas sebanyak 61 mahasiswa prodi Desain Interior ke berbagai perusahaan mitra di wilayah indonesia untuk mengikuti kegiatan Magang Berdampak.
Mahasiswa melaksanakan kegiatan Magang Berdampak dimulai pada bulan April sd. Juli dengan jumlah jam kerja sebanyak 900 jam atau setara dengan 20 SKS.
Kegiatan ini merupakan salah satu dari enam skema pada Program Mahasiswa Berdampak yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk belajar langsung di lingkungan profesional.
Program Mahasiswa Berdampak merupakan program berlanjut dari program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Berbeda dengan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), Program Mahasiswa Berdampak lebih menekankan pada dampak nyata yang dapat diraih mahasiswa terhadap masyarakat, lingkungan, serta sektor ekonomi.
Dampak nyata yang diraih minimal dapat mendukung satu poin dari Sustainable Development Goals (SDGs). Seperti SDG 1 “Tanpa Kemiskinan”; SDG 3 “Kehidupan Sehat dan Sejahtera”; SDG 4 “Pendidikan Berkualitas”; SDG 8 “Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi”; SDG 11 “Kota dan Pemukiman yang Berkelanjutan”; dan SDG 17 “Kemitraan untuk Mencapai Tujuan”.
Pada kegiatan Magang Berdampak, mahasiswa prodi Desain Interior memiliki kesempatan untuk memperoleh pengalaman kerja nyata pada dunia profesional dan mengintegrasikan pengetahuan akademik pada praktik nyata di lapangan.
Praktik yang dilakukan dapat diarahkan untuk mendukung target SDGs. Seperti dua mahasiswa Desain Interior ISI Surakarta, Karenina dan Rizki turut melaksanakan kegiatan magang di perusahaan mitra PT. Parama Bangun Nusantara, Kota Bogor.
Selama 4 bulan, Karenina dan Rizki telah berkontribusi dalam beberapa real project pada PT. Parama Bangun Nusantara.
Melalui kegiatan Magang Berdampak, dua mahasiswa tersebut berkesempatan menghasilkan karya desain interior yang relevan dengan kebutuhan perusahaan mitra serta berkontribusi dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs).
Karya yang telah dibuat tidak hanya bersifat akademis, melainkan diterapkan juga secara langsung untuk keperluan produksi, sehingga memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi mitra maupun masyarakat.
Selain itu, keterlibatan dua mahasiswa tersebut dalam real project memungkinkan mereka mengasah keterampilan teknis, memperkuat kepekaan sosial, dan menumbuhkan kreativitas dalam merespons tantangan keberlanjutan.
Karya desain yang telah dibuat mendukung pencapaian SDG 11 dengan menciptakan desain lingkungan tempat tinggal yang layak huni, SDG 8 melalui pemberian pengalaman kerja yang relevan, serta SDG 17 lewat kolaborasi antara perguruan tinggi dan perusahaan mitra.
Kegiatan magang ini menjadi bukti nyata bahwa mahasiswa mampu memberikan kontribusi langsung terhadap pembangunan berkelanjutan.
Mahasiswa tidak hanya memperkuat kompetensi akademik, tetapi juga membuktikan bahwa hasil karya memberikan manfaat praktis bagi perushaan mitra.
Program Magang Berdampak juga menegaskan peran pendidikan tinggi sebagai motor penggerak pembangunan berkelanjutan.
Melalui keterlibatan mahasiswa dalam proyek nyata, kampus berkontribusi dalam mendukung pembangunan keberlanjutan.





Komentar