Nasional
Beranda » Berita » Mahasiswa Desain Interior ISI Surakarta Berpartisipasi dalam Perancangan Hunian Rumah Tumbuh Milik Klien PT. Rombong Raharjo Anarawata

Mahasiswa Desain Interior ISI Surakarta Berpartisipasi dalam Perancangan Hunian Rumah Tumbuh Milik Klien PT. Rombong Raharjo Anarawata

interior pengisi rumah
Diskusi bersama Pak Doddy sebagai klien saat diskusi mengenai layout dan juga interior pengisi rumah

Sebagai bagian dari Program Mahasiswa Berdampak, mahasiswa Program Studi Desain Interior Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta, Ilman Na’fian Al-Farabi dan Dinda Alvina Yunanda, melaksanakan program magang di PT. Rombong Raharjo Anarawata selama empat bulan, terhitung sejak 1 April hingga 31 Juli 2026.

Selama program berlangsung, keduanya menyelesaikan 900 jam pembelajaran di dunia kerja melalui keterlibatan langsung dalam berbagai proyek desain interior, mulai dari proses perencanaan hingga pelaksanaan di lapangan.

Salah satu proyek yang menjadi pengalaman berharga adalah perancangan rumah tinggal milik klien PT. Rombong Raharjo Anarawata, Bapak Doddy (lokasi menyusul).

Pada proyek ini, mahasiswa tidak hanya berperan dalam menyusun konsep desain, tetapi juga mengikuti seluruh tahapan pekerjaan secara profesional, mulai dari survei dan pengukuran lapangan, diskusi kebutuhan klien, penyusunan alternatif tata ruang, proses revisi desain, pengembangan model tiga dimensi (3D), hingga observasi pelaksanaan konstruksi.

Ketika proyek berlangsung, pembangunan rumah masih berada pada tahap konstruksi. Kondisi tersebut memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk memahami secara langsung hubungan antara desain interior, arsitektur, dan proses pembangunan di lapangan.

PB HMI MPO Gelar Seminar Ketahanan Pangan Demi Pertahanan Bangsa 2045

Melalui pengalaman tersebut, mahasiswa belajar bahwa sebuah desain tidak hanya harus menarik secara visual, tetapi juga dapat diwujudkan secara teknis melalui koordinasi yang baik dengan klien, pelaksana konstruksi, dan berbagai disiplin ilmu lainnya.

Pengalaman inilah yang menjadikan program magang di PT. Rombong Raharjo Anarawata sebagai bekal penting dalam mempersiapkan mahasiswa menghadapi dunia kerja profesional.

Kegiatan diawali pada 15 April 2026 dengan pelaksanaan site visit ke lokasi proyek bersama tim PT. Rombong Raharjo Anarawata yang didampingi oleh Mas Hanafi.

Pada kunjungan ini mahasiswa melakukan pengukuran kondisi eksisting lantai dua yang saat itu baru selesai dilakukan pengecoran dak.

Selain melakukan pengukuran dimensi ruang, tim juga mengamati kondisi struktur bangunan, khususnya kolom-kolom utama yang akan menopang pembangunan lantai dua.

Mahasiswa Desain Interior ISI Surakarta Meraih Dampak Nyata Melalui Pelaksanaan Kegiatan Magang Pada Program Mahasiswa Berdampak

Hal ini menjadi perhatian penting karena klien telah merencanakan pengembangan bangunan hingga lantai tiga pada tahap berikutnya.

Pada kesempatan tersebut, mahasiswa juga berdiskusi secara langsung dengan Bapak Doddy mengenai kebutuhan ruang yang diharapkan.

Berdasarkan hasil diskusi, lantai dua dirancang untuk memenuhi kebutuhan keluarga dengan menghadirkan tiga kamar tidur anak, satu ruang keluarga, dapur, serta toilet yang dapat menunjang aktivitas sehari-hari.

Melalui diskusi ini mahasiswa belajar bahwa setiap keputusan desain harus mempertimbangkan kebutuhan penghuni, kondisi bangunan eksisting, serta kemungkinan pengembangan bangunan di masa mendatang.

Setelah memperoleh data lapangan, mahasiswa mulai menyusun beberapa alternatif tata ruang (layout) yang disesuaikan dengan kebutuhan klien.

BRI Peduli Salurkan Paket Sembako untuk Masyarakat Kurang Mampu di Kabupaten Probolinggo

Dalam proses ini berbagai aspek dipertimbangkan, mulai dari hubungan antar ruang, sirkulasi, pencahayaan alami, ventilasi, hingga efisiensi penggunaan ruang.

Mahasiswa kemudian mengembangkan dua alternatif layout yang memiliki pendekatan berbeda agar klien memiliki beberapa pilihan sebelum desain dikembangkan ke tahap berikutnya.

Pada 17 April 2026, Bapak Doddy kembali mengunjungi kantor PT. Rombong Raharjo Anarawata untuk melakukan sesi diskusi dan evaluasi terhadap dua alternatif layout yang telah disusun.

Pada pertemuan tersebut, mahasiswa mempresentasikan kelebihan dan kekurangan dari masing-masing alternatif desain. Bersama tim perancang, mahasiswa menerima berbagai masukan dari klien terkait kebutuhan ruang, aktivitas keluarga, serta beberapa penyesuaian yang diinginkan.

Diskusi berlangsung secara interaktif sehingga mahasiswa dapat memahami bagaimana proses komunikasi profesional antara desainer dan klien dilakukan dalam sebuah proyek nyata.

Kegiatan 3d modeling dan juga diskusi bersama mentor

Memasuki minggu ketiga pelaksanaan magang (20–24 April 2026), mahasiswa mulai mengembangkan desain berdasarkan hasil evaluasi bersama klien.

Pada tahap ini dilakukan berbagai revisi terhadap layout agar lebih sesuai dengan kebutuhan keluarga. Setelah layout disepakati, mahasiswa melanjutkan proses pembuatan bentuk bangunan dalam model tiga dimensi (3D).

Tahapan ini menjadi proses penting untuk memvisualisasikan rancangan sehingga klien dapat memahami bentuk ruang, proporsi bangunan, hingga konsep desain yang akan diwujudkan.

Selain mengembangkan bentuk bangunan, mahasiswa juga mulai mengeksplorasi tampilan fasad yang disesuaikan dengan karakter rumah dan keinginan klien.

Pada 29 April 2026, Bapak Doddy kembali melakukan pertemuan dengan tim PT. Rombong Raharjo Anarawata untuk membahas desain fasad rumah.

Mahasiswa menyiapkan beberapa alternatif tampilan fasad yang memiliki karakter visual berbeda. Bersama klien, dilakukan diskusi mengenai bentuk bangunan, komposisi material, elemen bukaan, serta estetika keseluruhan agar fasad dapat merepresentasikan karakter hunian yang diinginkan sekaligus tetap mempertimbangkan aspek fungsional.

Masukan dari klien kemudian menjadi dasar dalam penyempurnaan desain sebelum memasuki tahap pengembangan gambar kerja.

Dokumentasi survei struktur bersama Mas Hino.

Seiring berkembangnya proses pembangunan rumah, mahasiswa kembali mengunjungi lokasi proyek bersama Mas Hino untuk melakukan observasi terhadap struktur bangunan.

Kunjungan ini bertujuan untuk memahami kondisi konstruksi secara lebih mendalam, termasuk mengidentifikasi bagian-bagian struktur yang memerlukan penguatan atau penyesuaian sebelum proses pembangunan dilanjutkan.

Melalui kegiatan ini mahasiswa memperoleh pemahaman mengenai pentingnya koordinasi antara desain interior, arsitektur, dan struktur bangunan agar hasil perancangan dapat diwujudkan secara aman dan sesuai dengan kondisi di lapangan.

Pada kesempatan yang sama, mahasiswa juga melakukan pengukuran ulang pada area dapur dan toilet lantai satu yang direncanakan akan mengalami proses redesain sebagai bagian dari pengembangan keseluruhan rumah.

Survei Plumbing dan Kelistrikan

Tahapan berikutnya dilaksanakan pada 30 Juni 2026, ketika mahasiswa kembali melakukan kunjungan ke lokasi proyek bersama Mas Bagas.

Fokus utama kegiatan ini adalah melakukan observasi terhadap jalur plumbing dan instalasi kelistrikan yang telah dipasang selama proses pembangunan.

Mahasiswa mempelajari bagaimana posisi titik air bersih, air kotor, saluran pembuangan, serta instalasi listrik harus disesuaikan dengan desain interior yang telah dibuat.

Kegiatan ini memberikan pengalaman baru bagi mahasiswa bahwa proses perancangan interior tidak hanya berkaitan dengan estetika ruang, tetapi juga harus terintegrasi dengan sistem utilitas bangunan agar seluruh fungsi ruang dapat berjalan secara optimal.

Melalui keterlibatan dalam proyek rumah tinggal milik Bapak Doddy, mahasiswa memperoleh pengalaman belajar yang sangat komprehensif.

Seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari survei lapangan, analisis kebutuhan klien, penyusunan alternatif desain, presentasi konsep, revisi, pengembangan model tiga dimensi, hingga observasi struktur, plumbing, dan kelistrikan memberikan gambaran nyata mengenai proses kerja seorang desainer interior profesional.

Pengalaman tersebut menjadi bekal yang sangat berharga bagi mahasiswa dalam memahami pentingnya komunikasi dengan klien, koordinasi antarbidang, kemampuan memecahkan permasalahan desain, serta penerapan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan ke dalam proyek nyata di dunia industri.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement