Deretam, Cilegon, 6 Agustus 2026 — Dua mahasiswa Program Studi Desain Interior, Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD), Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta, Vadia Rowatul Zahara dan Muhammad Hilmi Habibi, menyelesaikan Program Magang Bersertifikat melalui Program Mahasiswa Berdampak (PMB) di Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) Kota Cilegon.
Selama masa penempatan, keduanya terlibat dalam proses perencanaan dan dokumentasi teknis pembangunan Gedung Koperasi Cilegon Mandiri.
Keterlibatan tersebut mencakup penyusunan dokumen perencanaan teknis, mulai dari pembuatan gambar kerja berupa denah hingga penyusunan Rencana Anggaran Biaya (RAB).
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa memperoleh pengalaman langsung dalam menerapkan pengetahuan desain interior ke dalam kebutuhan perencanaan pembangunan yang bersifat nyata.
Proses magang tidak hanya berfokus pada aspek visual dan estetika desain, tetapi juga memperkenalkan mahasiswa pada tahapan teknis yang berkaitan dengan kebutuhan ruang, gambar kerja, perhitungan anggaran, serta pertimbangan pelaksanaan pembangunan di lapangan.
Keterlibatan dalam proyek Gedung Koperasi Cilegon Mandiri juga memperluas pemahaman mahasiswa mengenai keterkaitan antara desain interior dengan aspek struktur, biaya, teknis pelaksanaan, serta regulasi yang berlaku pada bangunan publik.
Pengalaman tersebut menjadi bagian penting dalam membentuk kemampuan mahasiswa untuk menghasilkan rancangan yang tidak hanya memiliki nilai desain, tetapi juga realistis secara anggaran dan dapat diterapkan dalam proses pembangunan.
Program Mahasiswa Berdampak merupakan skema magang yang mendorong mahasiswa untuk berkontribusi secara langsung dalam proyek-proyek pembangunan daerah sekaligus memperoleh pengalaman kerja profesional sebelum memasuki dunia kerja.
Melalui kolaborasi dengan DPRKP Kota Cilegon, mahasiswa Program Studi Desain Interior ISI Surakarta mendapatkan kesempatan untuk mengaplikasikan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan ke dalam proyek pembangunan yang memiliki manfaat bagi masyarakat.
Kegiatan ini juga menjadi bentuk kolaborasi antara institusi pendidikan dan pemerintah daerah dalam mempertemukan kompetensi akademik dengan kebutuhan pembangunan di lapangan.
Keterlibatan mahasiswa dalam proses perencanaan diharapkan dapat memberikan pengalaman profesional yang relevan sekaligus membuka peluang keberlanjutan kerja sama antara dunia akademik dan instansi pemerintah.





Komentar