DERETAN, JAKARTA – Yayasan Nitibasa Dharma Pratama memperluas program pendidikan dan pengembangan komunitas ke lebih dari 10 kota di Indonesia. Program ini mengusung pendekatan yang menggabungkan bahasa, coding dan teknologi, serta well-being untuk mendukung pengembangan keterampilan dan kualitas hidup masyarakat, khususnya generasi muda.
Pengembangan program Nitibasa juga diarahkan untuk membangun kolaborasi antara perguruan tinggi negeri dan swasta, UMKM, komunitas, serta generasi muda. Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui kelas keterampilan, workshop, kegiatan komunitas, pameran, bazar UMKM, hingga kegiatan pengembangan budaya dan teknologi.
Sejumlah kota yang menjadi bagian dari pengembangan program Nitibasa antara lain Jakarta, Yogyakarta, Surabaya, Denpasar, Malang, dan Jambi, serta beberapa kota lainnya yang akan dikembangkan secara bertahap.
Founder Nitibasa Dr (HC) Eric Stenly mengatakan, perkembangan dunia pendidikan dan teknologi membutuhkan pendekatan yang lebih menyeluruh.
“Generasi muda tidak cukup hanya memiliki kemampuan akademik. Mereka perlu memiliki kemampuan bahasa, teknologi, komunikasi, kreativitas, dan adaptasi. Pada saat yang sama, mereka juga perlu memahami pentingnya menjaga kesehatan dan keseimbangan hidup,” ujar Eric.
Bahasa Asing dan Coding untuk Keterampilan Masa Depan
Salah satu fokus utama Nitibasa adalah pengembangan bahasa asing dan keterampilan digital.
Program bahasa dirancang untuk mendukung berbagai kebutuhan, mulai dari pendidikan, komunikasi internasional, karier, bisnis, hospitality, hingga peluang global.
Sementara itu, program coding dan teknologi diarahkan untuk memperkenalkan keterampilan digital kepada peserta melalui pembelajaran yang aplikatif. Materinya dapat mencakup pengembangan website, aplikasi, game, animasi, serta pemanfaatan teknologi dan kecerdasan artifisial.
Menurut Eric, kemampuan bahasa dan teknologi semakin penting karena batas antara peluang lokal dan global semakin terbuka.
“Anak muda di Indonesia hari ini bisa belajar, bekerja, berkolaborasi, dan membangun karya dengan orang dari berbagai negara. Karena itu, kemampuan bahasa dan teknologi perlu dipersiapkan sejak dini,” katanya.
Nitibasa Yoga Hadir di Berbagai Kota
Selain pendidikan bahasa dan teknologi, Nitibasa memperkuat aspek well-being melalui peluncuran Nitibasa Yoga.
Program yoga tersebut dikembangkan sebagai aktivitas yang menggabungkan olahraga, latihan pernapasan, relaksasi, mindfulness, dan pembangunan komunitas.
Nitibasa Yoga terbuka bagi pemula, mahasiswa, pekerja, komunitas, keluarga, maupun masyarakat umum. Kegiatan dapat dilakukan di studio maupun ruang terbuka dengan menyesuaikan karakteristik masing-masing kota.
Pengembangan program tersebut membawa pesan:
“Merdeka Berkarya, Merdeka untuk Hidup Sehat.”
Pesan tersebut menjadi bagian dari kampanye Nitibasa pada momentum kemerdekaan Indonesia untuk mengajak masyarakat tidak hanya produktif dalam berkarya, tetapi juga memberikan perhatian terhadap kesehatan fisik dan mental.
“Kami ingin menciptakan ruang di mana orang bisa belajar, berkarya, bertemu dengan komunitas, sekaligus memiliki waktu untuk menjaga dirinya,” ujar Eric.
Kampus, UMKM, dan Komunitas Didorong Berkolaborasi
Nitibasa juga membuka ruang kolaborasi dengan kampus negeri, kampus swasta, UMKM, dan komunitas lokal.
Kolaborasi tersebut dapat dilakukan melalui berbagai kegiatan, seperti seminar, workshop, pelatihan, kegiatan mahasiswa, language exchange, technology showcase, pameran budaya, pameran pendidikan, hingga bazar dan pameran UMKM.
Dalam konsep tersebut, perguruan tinggi dapat menjadi pusat pengetahuan dan inovasi. Mahasiswa dapat terlibat dalam proyek nyata, sementara UMKM memiliki ruang untuk memperkenalkan produk dan mengembangkan jejaring.
Komunitas lokal juga dapat menjadi penggerak kegiatan dan memperkenalkan potensi daerah masing-masing.
“Kolaborasi tidak harus berhenti pada acara seremonial. Kami ingin kampus, UMKM, dan komunitas bisa menghasilkan kegiatan yang memberikan manfaat langsung,” kata Eric.
Pameran Jadi Ruang Pertemuan Potensi Lokal
Salah satu agenda yang dikembangkan Nitibasa adalah pameran kolaboratif yang mempertemukan pendidikan, teknologi, budaya, UMKM, dan komunitas.
Pameran dapat menampilkan karya mahasiswa, produk UMKM, inovasi teknologi, karya digital, seni, budaya, bahasa daerah, kuliner, produk kreatif, hingga proyek sosial komunitas.
Konsep pameran juga akan menyesuaikan karakteristik setiap kota sehingga potensi lokal dapat menjadi bagian utama dari kegiatan.
Dengan konsep tersebut, Nitibasa ingin menjadikan pameran bukan sekadar ruang promosi, tetapi juga tempat bertemunya talenta, pengetahuan, produk lokal, komunitas, dan peluang kolaborasi.
Membangun Ekosistem Pendidikan dari Daerah
Perluasan program Nitibasa ke lebih dari 10 kota menjadi bagian dari upaya membangun jejaring pendidikan berbasis komunitas.
Nitibasa melihat setiap daerah memiliki potensi berbeda yang dapat dikembangkan melalui kolaborasi.
Kampus memiliki mahasiswa dan pengetahuan. UMKM memiliki produk dan potensi ekonomi lokal. Komunitas memiliki jaringan sosial dan kreativitas. Sementara generasi muda memiliki energi serta kemampuan untuk mengembangkan berbagai inovasi.
Melalui pendekatan tersebut, Nitibasa berupaya mempertemukan berbagai potensi tersebut dalam satu ekosistem.
“Indonesia tidak kekurangan talenta. Yang perlu terus kita bangun adalah koneksi antara talenta, pendidikan, dunia usaha, komunitas, dan peluang,” ujar Eric.
Dari Indonesia Menuju Peluang Global
Selain pengembangan di tingkat lokal, Nitibasa juga membawa misi untuk membantu generasi muda Indonesia memiliki akses terhadap peluang pendidikan, karier, bahasa, teknologi, dan jejaring internasional.
Kemampuan bahasa asing dan teknologi menjadi salah satu modal yang dapat digunakan generasi muda untuk memperluas kesempatan di luar daerah maupun di tingkat internasional.
Dengan menggabungkan Language, Technology, dan Well-being, Nitibasa ingin membangun model pengembangan generasi muda yang tidak hanya berorientasi pada pekerjaan, tetapi juga pada kemampuan beradaptasi, kesehatan, kreativitas, dan kontribusi sosial.
“Kami ingin anak muda bisa berangkat dari daerahnya, bangga dengan identitas dan potensinya, tetapi tetap memiliki kemampuan untuk bersaing dan berkolaborasi secara global,” tutur Eric.
Ke depan, Yayasan Nitibasa Dharma Pratama akan terus membuka peluang kolaborasi dengan perguruan tinggi negeri dan swasta, sekolah, UMKM, komunitas, organisasi, pemerintah daerah, serta berbagai pihak yang memiliki perhatian terhadap pendidikan dan pengembangan generasi muda.
Tentang Yayasan Nitibasa Dharma Pratama
Yayasan Nitibasa Dharma Pratama merupakan organisasi yang bergerak dalam bidang pendidikan dan pengembangan masyarakat dengan fokus pada bahasa, coding dan teknologi, serta well-being.
Melalui program pendidikan, pengembangan keterampilan, aktivitas komunitas, dan kolaborasi lintas sektor, Nitibasa berupaya membuka akses generasi muda terhadap keterampilan masa depan dan peluang yang lebih luas.
NITIBASA
Language • Technology • Well-being
Informasi Program dan Partnership
Informasi program, kolaborasi kampus, kerja sama UMKM, komunitas, maupun kegiatan Nitibasa dapat diakses melalui:
Program & Partnership: Nitibasa Partner
Informasi & Pendaftaran: Nitibasa Tanya Dong
Kontak Media: Yayasan Nitibasa Dharma Pratama





Komentar