Bisnis
Beranda » Berita » Kopi Kenangan Belum IPO, Fore Sudah Melantai: Apa Artinya bagi Investor?

Kopi Kenangan Belum IPO, Fore Sudah Melantai: Apa Artinya bagi Investor?

Kopi Kenangan
Kopi Kenangan

Industri kopi modern Indonesia semakin menarik untuk diamati. Dua nama yang cukup menonjol adalah Kopi Kenangan dan Fore Coffee. Keduanya sama-sama membangun jaringan kedai kopi dengan ekspansi agresif, tetapi memiliki satu perbedaan penting: Fore Coffee sudah menjadi perusahaan terbuka di Bursa Efek Indonesia, sedangkan Kopi Kenangan masih berstatus perusahaan privat.

Fore Coffee resmi tercatat di BEI dengan kode saham FORE pada 14 April 2025, dengan harga penawaran perdana Rp188 per saham.

Sementara itu, sepanjang 2026 muncul kembali pemberitaan mengenai kemungkinan IPO Kopi Kenangan. Namun, hingga saat ini, rencana tersebut belum menjadi pencatatan saham di BEI. Laporan terbaru menyebut potensi valuasi IPO Kopi Kenangan dapat mencapai sekitar US$1 miliar, tetapi waktu dan bursa pencatatannya belum dipastikan.

Fore Coffee Sudah Memberikan Data yang Bisa Diamati Investor

Status sebagai perusahaan terbuka membuat investor dapat mengakses laporan keuangan dan perkembangan bisnis Fore secara berkala.

Pada 2025, Fore membukukan pendapatan bersih sekitar Rp1,497 triliun, EBITDA Rp300,05 miliar, dan laba bersih Rp90,13 miliar. Jumlah gerai aktif pada akhir 2025 mencapai 322 gerai.

Mengapa Banyak Pengusaha dan Investor Membutuhkan Pendampingan Sebelum Mengambil Keputusan Besar?

Kinerja tersebut berlanjut pada semester pertama 2026. Pendapatan Fore mencapai Rp1,005 triliun, naik 51,7% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. EBITDA mencapai Rp216,05 miliar, sedangkan laba bersih mencapai Rp56,49 miliar. Jumlah gerai aktif meningkat menjadi 377 gerai.

Dari sisi margin, EBITDA margin Fore pada 1H26 mencapai sekitar 21,5%, sedangkan net profit margin berada di sekitar 5,6%.

Angka-angka tersebut memberi investor bahan untuk melihat pertumbuhan pendapatan, profitabilitas, ekspansi gerai, dan efisiensi operasional perusahaan.

Bagaimana dengan Kopi Kenangan?

Kopi Kenangan memiliki skala bisnis yang lebih besar dari sisi jaringan gerai. Berdasarkan laporan media yang mengutip data perusahaan, Kenangan Group mengoperasikan lebih dari 1.300 gerai pada akhir 2025, termasuk sekitar 1.173 gerai di Indonesia.

Untuk tahun 2025, pendapatan bersih Kopi Kenangan dilaporkan mencapai sekitar US$184 juta, sementara laba bersih sekitar US$17 juta. Angka tersebut berasal dari pernyataan manajemen perusahaan yang dipublikasikan pada 2026.

Panduan Memahami Perbedaan Antara Pendapatan Kotor dan Net Operating Income Bagi Investor

Perusahaan juga disebut menargetkan ekspansi agresif pada 2026 dengan tambahan sekitar 524 gerai. Target yang diberitakan tersebut akan membawa jumlah gerai menjadi sekitar 1.848 dan diproyeksikan menghasilkan pendapatan US$265 juta serta laba bersih US$29 juta. Namun, angka tersebut merupakan target/proyeksi perusahaan, bukan hasil aktual yang sudah terealisasi.

Mengapa Status IPO Penting?

Perbedaan terbesar bukan semata-mata siapa yang memiliki gerai lebih banyak. Perbedaannya adalah tingkat keterbukaan informasi dan akses investor terhadap kepemilikan saham.

Investor publik dapat memantau laporan keuangan Fore, aksi korporasi, harga saham, jumlah saham beredar, serta berbagai informasi material lainnya.

Sebaliknya, investor publik belum dapat membeli saham Kopi Kenangan melalui BEI karena perusahaan tersebut belum tercatat sebagai emiten.

Artinya, ketika Kopi Kenangan nantinya benar-benar melakukan IPO, investor akan mendapatkan kesempatan untuk menilai perusahaan berdasarkan prospektus dan laporan keuangan yang dipublikasikan dalam proses penawaran umum.

Apa Itu Net Operating Income (NOI) dan Bagaimana Cara Menghitungnya dalam Investasi Properti?

Jangan Hanya Membandingkan Jumlah Gerai

Jumlah gerai memang menarik, tetapi bukan satu-satunya indikator dalam menilai bisnis coffee chain.

Investor juga perlu melihat pendapatan per gerai, pertumbuhan same-store sales, margin EBITDA, laba bersih, biaya ekspansi, kebutuhan modal, arus kas, utang, serta tingkat pengembalian investasi setiap gerai.

Inilah mengapa analisis bisnis sebaiknya tidak berhenti pada popularitas sebuah brand.

Pendekatan seperti ini juga relevan dalam penyusunan studi kelayakan, karena sebuah bisnis yang terlihat populer belum tentu memiliki struktur ekonomi yang sama dengan bisnis lain.

Dari Brand ke Angka

Persaingan Kopi Kenangan dan Fore menunjukkan satu hal menarik: brand yang kuat perlu diterjemahkan menjadi unit economics yang sehat.

Bagi investor, pertanyaan penting bukan hanya “berapa banyak gerainya?”, tetapi juga “berapa besar pendapatan yang dihasilkan?”, “berapa biaya membuka gerai baru?”, “berapa lama modal kembali?”, dan “seberapa besar keuntungan yang dapat dipertahankan ketika jaringan semakin besar?”

Pertanyaan-pertanyaan tersebut merupakan bagian dari pendekatan analisis yang juga digunakan dalam jasa studi kelayakan ketika mengevaluasi sebuah proyek atau bisnis.

Dalam konteks yang lebih luas, Grapadi International memposisikan strategic advisory dengan pendekatan berbasis data dan analisis untuk membantu pengusaha, investor, dan perusahaan memahami keputusan bisnis secara lebih terstruktur.

Apa yang Bisa Dipelajari Investor?

Kasus Fore dan Kopi Kenangan menunjukkan bahwa investor perlu membedakan antara popularitas brand, pertumbuhan bisnis, profitabilitas, dan valuasi.

Fore sudah memberikan data publik yang memungkinkan investor menganalisis perkembangan bisnisnya dari waktu ke waktu. Kopi Kenangan, di sisi lain, memiliki skala jaringan yang besar tetapi masih berada di luar pasar saham publik.

Jika IPO Kopi Kenangan benar-benar terealisasi, salah satu hal yang menarik untuk dianalisis adalah bagaimana pasar menilai perusahaan tersebut dibandingkan dengan perusahaan sejenis yang sudah tercatat seperti Fore.

Pada akhirnya, IPO bukan otomatis berarti sebuah bisnis menjadi lebih baik atau lebih buruk. IPO mengubah struktur kepemilikan dan meningkatkan keterbukaan informasi kepada publik. Bagi investor, perubahan tersebut memberikan lebih banyak data untuk melakukan analisis sebelum mengambil keputusan.

Catatan: angka Kopi Kenangan dalam artikel ini berasal dari laporan/pernyataan manajemen yang diberitakan media, sedangkan angka Fore mengacu pada informasi keuangan perusahaan. Target 2026 Kopi Kenangan merupakan proyeksi, sehingga tidak dapat disamakan dengan hasil aktual.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement