Contoh Hewan Porifera: Jenis, Ciri, dan Fungsi dalam Ekosistem
Hewan porifera, atau lebih dikenal dengan nama spons laut, merupakan salah satu kelompok hewan yang paling sederhana di alam. Meskipun memiliki struktur tubuh yang tidak rumit, mereka memainkan peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem air. Dengan ciri-ciri unik seperti pori-pori kecil di seluruh tubuhnya, porifera mampu menyaring air dan mengambil nutrisi dari plankton serta partikel kecil lainnya. Mereka hidup secara permanen di dasar perairan, baik di laut maupun air tawar, dan tidak dapat bergerak bebas.
Dalam dunia biologi, porifera termasuk dalam filum Porifera, yang terdiri dari ratusan spesies yang tersebar di seluruh dunia. Dari segi ukuran, mereka bisa sangat kecil hingga mencapai beberapa meter. Meski tampak tidak menarik, porifera memiliki keunikan yang membuatnya menjadi bagian penting dari lingkungan laut. Selain itu, beberapa jenis porifera juga digunakan oleh manusia sebagai bahan baku alami, seperti untuk membersihkan badan atau bahkan dalam pengembangan obat-obatan.
Artikel ini akan membahas secara lengkap tentang contoh hewan porifera, ciri-ciri umum yang dimiliki, cara berkembang biak, serta peran mereka dalam ekosistem. Penjelasan ini akan disajikan dengan informasi terkini dan mudah dipahami, agar pembaca dapat memperluas pengetahuan tentang hewan yang sering diabaikan namun sangat penting bagi lingkungan.
Apa Itu Hewan Porifera?
Porifera adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan hewan invertebrata yang hidup di perairan. Nama “porifera” berasal dari bahasa Latin yang berarti “membawa pori”. Hal ini merujuk pada struktur tubuh mereka yang memiliki banyak pori-pori kecil yang berfungsi sebagai saluran masuk dan keluar air. Porifera tidak memiliki sistem saraf, otot, atau organ kompleks seperti hewan lainnya. Sebaliknya, mereka menggunakan sel-sel khusus untuk melakukan fungsi-fungsi vital seperti penyaringan makanan dan oksigen dari air.
Porifera terbagi menjadi tiga kelas utama, yaitu Calcarea, Hexactinellida, dan Demospongiae. Setiap kelas memiliki karakteristik yang berbeda, mulai dari struktur kerangka hingga habitat yang mereka tempati. Misalnya, kelas Calcarea memiliki kerangka yang terbuat dari kalsium karbonat, sedangkan Hexactinellida memiliki struktur yang mirip kaca karena terbuat dari silika.
Sebagai hewan yang tidak memiliki kemampuan bergerak bebas, porifera hidup melekat pada permukaan batu, kayu, atau benda-benda lain di dasar laut. Mereka tidak memiliki sistem peredaran darah, tetapi air mengalir melalui pori-pori mereka dan membawa nutrisi serta oksigen. Sisa makanan dan limbah dikeluarkan melalui lubang besar yang disebut oskulum.
Ciri-Ciri Umum Hewan Porifera
Hewan porifera memiliki sejumlah ciri-ciri khas yang membedakannya dari hewan lain. Berikut adalah beberapa ciri utama:
-
Tubuh Berpori:
Porifera memiliki banyak pori kecil di seluruh tubuhnya, yang berfungsi sebagai saluran masuk dan keluar air. Pori-pori ini membentuk sistem saluran yang menghubungkan rongga tubuh (spongocoel) dengan luar tubuh. -
Struktur Tubuh Sederhana:
Tidak memiliki jaringan atau organ yang kompleks. Tubuh mereka terdiri dari tiga lapisan: lapisan luar (pinakosit), lapisan tengah (mesoglea), dan lapisan dalam (koanosit). -
Hidup Melekat:
Porifera tidak dapat bergerak bebas. Mereka hidup melekat pada substrat seperti batu, kayu, atau tanaman air. -
Berkembang Biak Secara Aseksual dan Seksual:
Porifera dapat bereproduksi dengan dua cara: aseksual (misalnya melalui tunas atau gemmule) dan seksual (melalui peleburan sel sperma dan sel telur). -
Makanan dari Air:
Mereka memakan plankton dan partikel kecil yang masuk melalui pori-pori. Oksigen juga diambil dari air melalui sel koanosit. -
Kerangka Terdiri dari Zat Kapur atau Silika:
Bergantung pada kelasnya, kerangka porifera terbentuk dari zat kapur (calcarea) atau silika (hexactinellida dan demospongiae). -
Hidup di Perairan:
Porifera ditemukan di berbagai jenis air, baik air tawar maupun air laut. Hanya sebagian kecil yang hidup di air tawar, sedangkan sebagian besar hidup di laut.
Contoh Hewan Porifera
Berikut adalah beberapa contoh hewan porifera yang umum ditemukan di alam:
1. Sycon
- Kelas: Calcarea
- Ciri: Bentuk tabung, berwarna putih hingga krem, hidup menempel pada bebatuan.
- Fungsi: Menyaring makanan dari air.
2. Spongia (Spons Mandi)
- Kelas: Demospongiae
- Ciri: Banyak digunakan sebagai alat pembersih, berwarna gelap, elastis, dan kompresibel.
- Fungsi: Digunakan oleh manusia untuk kebutuhan sehari-hari.
3. Euplectella (Keranjang Bunga Venus)
- Kelas: Hexactinellida
- Ciri: Bentuk seperti keranjang, terbuat dari silika, ditemukan di air laut.
- Fungsi: Menghasilkan senyawa kimia yang berguna dalam industri farmasi.
4. Cliona (Spons Membosankan)
- Kelas: Demospongiae
- Ciri: Membuat lubang di batu dan cangkang moluska.
- Fungsi: Memengaruhi struktur terumbu karang.
5. Leucosolenia
- Kelas: Calcarea
- Ciri: Bentuk vas melengkung, hidup di kolam pasang surut.
- Fungsi: Berperan dalam siklus nutrisi di perairan dangkal.
6. Spongilla
- Kelas: Demospongiae
- Ciri: Hidup di air tawar, berwarna hijau atau kuning.
- Fungsi: Menyaring partikel kecil dari air tawar.
7. Clathrina
- Kelas: Calcarea
- Ciri: Bentuk seperti jaring, ditemukan di pantai dan perairan dangkal.
- Fungsi: Memberikan habitat bagi mikroorganisme kecil.
Fungsi Porifera dalam Ekosistem
Meskipun tampak sederhana, porifera memainkan peran penting dalam ekosistem air. Beberapa fungsi utama mereka antara lain:
-
Penyaring Air:
Porifera menyaring air dari plankton dan partikel kecil, membantu menjaga kebersihan lingkungan air. -
Sumber Makanan:
Beberapa spesies hewan laut memakan porifera sebagai sumber protein. -
Tempat Tinggal:
Porifera memberikan tempat tinggal bagi berbagai makhluk kecil seperti ikan kecil, krustasea, dan larva hewan laut. -
Penghasil Senyawa Kimia:
Beberapa jenis porifera mengandung senyawa aktif yang digunakan dalam pengembangan obat-obatan. -
Menjaga Keseimbangan Ekosistem:
Dengan menyaring partikel dan memberikan habitat, porifera membantu menjaga keseimbangan ekosistem laut.
Kesimpulan
Hewan porifera, meskipun terlihat sederhana, memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan lingkungan air. Dengan ciri-ciri khas seperti pori-pori kecil dan struktur tubuh yang tidak kompleks, mereka mampu bertahan hidup di berbagai kondisi lingkungan. Dari contoh hewan porifera seperti Sycon, Spongia, dan Euplectella, kita dapat melihat betapa beragamnya jenis-jenis porifera yang ada di alam.
Selain itu, porifera juga memiliki manfaat bagi manusia, baik sebagai bahan baku alami maupun sebagai sumber senyawa kimia yang berguna dalam industri farmasi. Dengan pemahaman yang lebih mendalam tentang porifera, kita dapat lebih menghargai keberadaan mereka dalam ekosistem dan menjaga kelestariannya.
Jika kamu tertarik belajar lebih lanjut tentang biologi atau ekologi, jangan ragu untuk eksplorasi lebih dalam lagi. Siapa tahu, mungkin kamu akan menemukan hal-hal baru yang menarik tentang dunia hewan yang tak terlihat tapi sangat penting!





Komentar