Kesehatan
Beranda » Berita » Makna MBG, Menjaga Gizi Tanpa Terputus dari Ibu ke Anak Demi Generasi Berkualitas

Makna MBG, Menjaga Gizi Tanpa Terputus dari Ibu ke Anak Demi Generasi Berkualitas

Makna MBG
Makna MBG, Menjaga Gizi Tanpa Terputus dari Ibu ke Anak Demi Generasi Berkualitas

DERETAN – Dalam program perbaikan gizi ibu hamil (bumil), ibu menyusui (busui), dan balita harus menjadi kelompok sasaran yang setara. Ketiganya saling terhubung dalam satu perjalanan gizi yang berkelanjutan.

“Gizi itu tidak berhenti di satu fase. Apa yang dimakan ibu hamil akan memengaruhi fase menyusui, lalu berlanjut ke tumbuh kembang anak,” kata Dahliana, selaku Tenaga Ahli Gizi dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Jatiwaringin Pondok Gede, Bekasi, pada Rabu (24/12).

Dahliana menjelaskan, selama kehamilan, tubuh sang ibu memerlukan gizi yang baik agar janin tumbuh sempurna. Setelah melahirkan dan memasuki fase menyusui, ibu dan bayi secara bersama meneruskan proses tersebut. 

Asupan ibu menyusui berperan langsung pada kecukupan nutrisi bagi si bayi. Di usia balita, kebiasaan makan keluarga dengan gizi yang seimbang akan menentukan kualitas pertumbuhan anak-anak.

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) memandang ketiga kelompok penerima manfaat ini sebagai target yang sama pentingnya dan tidak terpisahkan demi kesinambungan perbaikan gizi dari satu fase ke fase berikutnya.

Resep Porridge Grow a Garden yang Enak dan Bergizi untuk Sarapan Sehat

“Kalau hanya fokus ke balita tanpa memperhatikan ibunya, hasilnya tidak akan optimal. Yang kami jaga itu alurnya, supaya tidak terputus,” lanjut dia.

Cara pandang tersebut menjadi kesepahaman bersama antara SPPG, posyandu dan penerima manfaat mengenai pentingnya menjaga kualitas asupan gizi secara berkelanjutan untuk mendukung pertumbuhan bayi, sekaligus membentuk pola makan bergizi yang seimbang dan teratur sejak dini. 

Hal inilah yang dirasakan oleh Lesti, salah satu penerima manfaat kategori ibu hamil. Baginya, pendampingan dan edukasi gizi yang diterima telah mengubah cara pandangnya menjadi lebih baik.

“Saya jadi lebih sadar kalau gizi itu bukan urusan sesaat. Apa yang saya jaga sekarang dampaknya panjang ke anak,” ungkapnya.

Apa Itu Selingkuh Batin dan Dampaknya Terhadap Hubungan?

Melihat ketiga kelompok penerima manfaat ini sebagai satu kesatuan membantu publik memahami bahwa pemenuhan gizi bagi ibu dan anak bukanlah soal menentukan siapa yang paling penting. 

Di situlah pesan utama MBG 3B ditegaskan menjaga gizi merupakan kerja besar yang harus dilakukan secara berkelanjutan sebagai fondasi untuk memperkuat kualitas generasi dan masa depan bangsa.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement