Maros, sebuah kabupaten yang terletak di Provinsi Sulawesi Selatan, menawarkan pesona alam yang memukau dan beragam destinasi wisata yang patut dikunjungi. Meskipun tidak sepopuler kota-kota besar seperti Makassar atau Palu, Maros memiliki keunikan tersendiri yang membuatnya menjadi tujuan liburan yang menarik. Dari pemandangan alam yang memesona hingga peninggalan sejarah yang unik, tempat-tempat wisata di Maros mampu memikat setiap pengunjung.
Salah satu daya tarik utama Maros adalah keindahan alamnya yang masih alami. Banyak dari wisatawan yang datang ke sini mencari pengalaman eksplorasi yang berbeda, baik itu melalui perjalanan menyusuri sungai, mendaki gunung, atau sekadar menikmati panorama hijau yang menghiasi permukaan bumi. Selain itu, Maros juga memiliki beberapa spot foto yang Instagramable, menjadikannya pilihan populer bagi para pecinta fotografi.
Jika kamu sedang merencanakan liburan ke Sulawesi Selatan, jangan lewatkan kesempatan untuk mengunjungi Maros. Di sini, kamu akan menemukan deretan wisata yang tak hanya indah, tetapi juga penuh dengan makna dan sejarah. Dari air terjun yang menggugah hati hingga gua-gua prasejarah yang mempesonakan, setiap tempat wisata di Maros memiliki cerita yang ingin ditemukan oleh para pengunjung.
1. Helena Sky Bridge
Helena Sky Bridge merupakan salah satu objek wisata yang paling ikonik di Taman Nasional Bantimurung. Jembatan ini berada di atas dua menara raksasa dan memiliki panjang sekitar 50 meter serta berada pada ketinggian 100 meter di atas permukaan laut. Dari sini, pengunjung dapat menikmati pemandangan alam yang spektakuler, termasuk hutan lebat dan sungai-sungai yang mengalir di bawahnya.
Selain sebagai spot foto yang sangat Instagramable, Helena Sky Bridge juga menjadi tempat untuk melihat penangkaran kupu-kupu yang terdapat dalam sebuah kubah raksasa. Kehadiran kupu-kupu di sini menambah kesan alami dan menenangkan suasana di sekitar jembatan.
Harga tiket masuk ke Helena Sky Bridge adalah sebesar Rp15.000 per orang. Pengunjung bisa datang mulai pukul 08.00 hingga 17.00 WITA. Jika kamu ingin menikmati pemandangan yang lebih luas, kamu bisa membawa kamera atau smartphone untuk mengabadikan momen-momen indah di sini.
2. Puncak Makkaroewa
Puncak Makkaroewa adalah salah satu destinasi wisata alam yang baru namun sudah sangat populer di kalangan wisatawan. Berada di Kecamatan Cenrana, tempat ini menawarkan pemandangan alam yang memesona dan suasana yang sejuk. Di sini, kamu bisa menikmati hamparan perbukitan hijau dari ketinggian, serta berfoto di spot-spot yang unik dan menarik.
Puncak Makkaroewa juga menjadi tempat yang cocok untuk bersantai dan melepas penat. Harga tiket masuknya cukup terjangkau, yaitu Rp10.000 per orang. Jam buka tempat ini adalah dari pukul 07.00 hingga 16.30 WITA. Jika kamu ingin menikmati suasana yang lebih tenang, kamu bisa datang di pagi hari saat udara masih segar dan langit masih cerah.
3. Sungai Pute
Sungai Pute adalah salah satu destinasi wisata yang menawarkan pengalaman berbeda bagi pengunjung. Berada di Desa Salenrang, Kecamatan Bontoa, Sungai Pute bisa dicapai dengan menggunakan angkutan umum dari Makassar. Setelah sampai di pabrik Semen Bosowa, kamu bisa melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki sekitar 10-15 menit.
Di Sungai Pute, kamu bisa menyusuri sungai menggunakan perahu. Sensasi berkeliling dengan perahu akan memberikan pengalaman yang berbeda dan membuat kamu merasa dekat dengan alam. Harga sewa perahu bervariasi, mulai dari Rp200.000 hingga Rp350.000 tergantung jumlah penumpang.
Jangan lupa membawa sunblock dan makanan saat melakukan perjalanan di atas perahu. Selain itu, pastikan kamu membawa perlengkapan yang cukup agar bisa menikmati perjalanan dengan nyaman.
4. Leang Petta
Leang Petta adalah gua yang terletak dekat dengan Air Terjun Bantimurung. Gua ini diperkirakan sudah ada sejak tahun 1500 sebelum Masehi. Kata “leang” dalam bahasa Maros berarti gua, sehingga nama ini sesuai dengan fungsinya sebagai tempat tinggal manusia purba.
Di dalam gua, kamu bisa menemukan lukisan dinding yang berasal dari zaman prasejarah. Lukisan-lukisan ini disekat menggunakan pintu dan dikunci agar terhindar dari kerusakan. Pengalaman masuk ke dalam gua ini akan memberikan sensasi yang berbeda karena guanya sendiri cukup unik dan menarik untuk dieksplorasi.
Harga tiket masuk ke Leang Petta berkisar antara Rp2.000 hingga Rp10.000. Pengunjung bisa datang kapan saja, karena jam buka gua ini tidak dibatasi. Namun, pastikan kamu membawa senter atau lampu saku agar bisa melihat dengan jelas di dalam gua.
5. Pantai Kuri Caddi
Pantai Kuri Caddi adalah salah satu pantai yang sangat populer di Maros. Berada di Nisombalia, Kecamatan Marusu, pantai ini menawarkan hamparan pasir putih dan air laut yang biru. Ombak di pantai ini tidak terlalu besar, sehingga cocok untuk bermain air atau sekadar menikmati suasana.
Di pantai ini juga terdapat batuan karang yang unik yang bisa menjadi spot foto yang menarik. Pepohonan yang ada di sekitar pantai menambah kesan alami dan menenangkan. Di sore hari, jangan lewatkan pemandangan sunset yang indah.
Pantai Kuri Caddi tidak memerlukan tiket masuk, sehingga kamu bisa datang kapan saja. Jam buka pantai ini adalah 24 jam, sehingga kamu bisa menikmati suasana pantai kapan pun sesuai keinginan.
6. Taman Leang-Leang
Taman Leang-Leang adalah cagar budaya yang terletak di Leang-Leang, Kecamatan Bantimurung. Tempat ini merupakan pegunungan lereng karst yang curam dan memiliki luas sekitar 43.750 hektar. Taman ini diakui sebagai daerah karst terbesar kedua di dunia setelah Guangzhou di China.
Di dalam taman ini, kamu bisa menemukan 286 gua, di antaranya 30 gua prasejarah. Selain itu, kamu juga bisa menemukan peninggalan zaman dahulu, seperti perkakas manusia dan purba lukisan dinding. Tepat di depan taman ini terdapat sebuah sungai yang menambah keindahan alam di sekitarnya.
Harga tiket masuk ke Taman Leang-Leang adalah Rp10.000 per orang. Jam buka taman ini adalah dari pukul 08.00 hingga 18.00 WITA. Jika kamu ingin menikmati suasana yang lebih tenang, kamu bisa datang di pagi hari saat udara masih segar dan langit masih cerah.
7. Air Terjun Bantimurung
Air Terjun Bantimurung adalah salah satu tujuan liburan favorit di Maros. Berada di Kalabbirang, Bantimurung, kabupaten ini menawarkan derasnya air terjun yang turun melewati bebatuan. Di bawah air terjun terdapat kolam alami yang bisa dijadikan tempat untuk berendam atau berenang.
Suasana di sekitar air terjun sangat sejuk dan angin bertiup sepoi-sepoi, menerbangkan bulir-bulir air terjun yang jatuh. Air Terjun Bantimurung terletak di wilayah Taman Nasional Bantimurung, sehingga kamu bisa menikmati keindahan alam yang belum terjamah.
Tiket masuk ke Air Terjun Bantimurung gratis, sehingga kamu bisa datang kapan saja. Jam buka air terjun ini adalah 24 jam, sehingga kamu bisa menikmati suasana air terjun kapan pun sesuai keinginan.
8. Wisata Bulu Saukang
Wisata Bulu Saukang adalah tempat wisata yang cocok untuk kamu yang suka dengan petualangan. Berada di Benteng Gajah, Kecamatan Tompo Bulu, tempat ini menawarkan pemandangan alam yang menakjubkan. Di Gunung Bulu Saukang, kamu bisa menyaksikan beberapa gunung, seperti Gunung Bawakaraeng, Gunung Lompobattang, dan Gunung Bulusaraung.
Di ketinggian ini, kamu bisa berfoto di spot-spot yang unik. Dijamin hasil jepretanmu akan menarik karena pemandangan di sini memang memukau. Wisata ini cocok untuk kamu yang ingin menghabiskan waktu dengan aktivitas outdoor yang menyenangkan.
Wisata Bulu Saukang tidak memerlukan tiket masuk, sehingga kamu bisa datang kapan saja. Jam buka wisata ini adalah 24 jam, sehingga kamu bisa menikmati suasana gunung kapan pun sesuai keinginan.
9. Air Terjun Taipa
Air Terjun Taipa adalah destinasi wisata tersembunyi yang ada di Maros. Berada di Tompobulu, Kecamatan Tompubulu, air terjun ini terletak sekitar 30 km dari pusat kota. Karena jarak dan medan yang akan ditempuh tidak mudah, maka dibutuhkan perjuangan keras untuk bisa tiba di sini.
Namun, rasa lelah akan terbayar ketika tiba di sini karena panorama alam di sekitar area yang cantik. Pengunjung akan merasa nyaman di sini karena suasana masih alami dan percikan air terjun yang jatuh membuat udara di sini jadi terasa sejuk.
Air Terjun Taipa tidak memerlukan tiket masuk, sehingga kamu bisa datang kapan saja. Jam buka air terjun ini adalah 24 jam, sehingga kamu bisa menikmati suasana air terjun kapan pun sesuai keinginan.
10. Kampung Rammang-Rammang
Kampung Rammang-Rammang adalah kampung wisata yang sudah terkenal dan banyak dikunjungi wisatawan lokal bahkan luar pulau. Berada di Jl. Salenrang, Bontonlempangan, Kecamatan Bontoa, kampung ini dikelilingi oleh batuan karst. Pemandangan desa ini juga indah karena adanya aliran sungai serta hamparan sawah yang luas.
Batuan karst yang ada di tempat ini merupakan yang terluas di Indonesia. Di dunia, batuan karst di kampung ini menjadi yang terluas ke-3 sesudah Vietnam dan Thailand. Saat berada di sini, kamu dapat menjelajahi sungai dengan menggunakan perahu sambil menikmati indahnya pemandangan batuan karst serta sawah.
Selain itu, kamu juga bisa menikmati indahnya Taman Batu Kapur, Gua Bulu Barakka Telaga Bidadari, serta Gua Tapak Tangan yang di dalamnya terdapat cap tangan manusia purba. Tempat wisata ini berada tak jauh dari Kampung Rammang-Rammang.
Harga tiket masuk ke Kampung Rammang-Rammang adalah Rp5.000 per orang. Jam buka kampung ini adalah dari pukul 09.00 hingga 17.00 WITA. Jika kamu ingin menikmati suasana yang lebih tenang, kamu bisa datang di pagi hari saat udara masih segar dan langit masih cerah.





Komentar