Pendidikan adalah fondasi utama dalam membangun masa depan seseorang. Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah Indonesia telah menggulirkan perubahan besar-besaran dalam sistem pendidikan melalui Kurikulum Merdeka. Salah satu aspek yang menjadi fokus utama dalam kurikulum ini adalah pengelolaan penilaian, termasuk istilah ulangan harian yang kini memiliki makna dan peran yang berbeda dibanding sebelumnya.
Istilah “ulangan harian” dalam konteks Kurikulum Merdeka tidak lagi hanya merujuk pada ujian rutin yang dilakukan setiap hari atau minggu. Melainkan lebih berkaitan dengan penilaian berkelanjutan, yang bertujuan untuk mengevaluasi pemahaman siswa secara berkala dan sesuai dengan capaian pembelajaran yang ditetapkan. Dengan demikian, siswa tidak hanya dinilai berdasarkan hasil ujian, tetapi juga kemampuan mereka dalam menerapkan konsep-konsep yang dipelajari dalam situasi nyata.
Pemahaman tentang istilah ulangan harian dalam Kurikulum Merdeka sangat penting, baik bagi siswa, guru, maupun orang tua. Hal ini karena kurikulum baru ini menekankan pada pengembangan kompetensi secara holistik, bukan hanya pengetahuan teoritis. Oleh karena itu, artikel ini akan membahas secara mendalam apa itu ulangan harian dalam Kurikulum Merdeka, bagaimana prosesnya, serta mengapa hal ini penting bagi siswa.
Dalam era pendidikan yang semakin dinamis, para siswa harus siap menghadapi berbagai bentuk penilaian yang lebih inklusif dan adaptif. Ulangan harian dalam Kurikulum Merdeka tidak hanya menjadi alat evaluasi, tetapi juga sarana untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, dan keterampilan praktis. Dengan memahami istilah ini, siswa dapat lebih mudah menyesuaikan diri dengan pola pembelajaran yang baru, sehingga bisa mencapai hasil belajar yang optimal.
Selain itu, istilah ulangan harian dalam Kurikulum Merdeka juga memberikan wewenang kepada guru untuk merancang metode penilaian yang lebih fleksibel dan sesuai dengan kebutuhan siswa. Hal ini menciptakan lingkungan belajar yang lebih seimbang, di mana siswa tidak hanya ditekan untuk lulus ujian, tetapi juga didorong untuk berkembang secara keseluruhan.
Apa Itu Ulangan Harian dalam Kurikulum Merdeka?
Ulangan harian dalam Kurikulum Merdeka tidak lagi bersifat formal seperti dulu. Jika sebelumnya, ulangan harian sering dianggap sebagai beban yang harus dihadapi oleh siswa, kini istilah ini telah diubah menjadi penilaian berkelanjutan yang lebih menyeluruh dan berorientasi pada kompetensi. Dalam konteks ini, ulangan harian digunakan sebagai alat untuk mengevaluasi pemahaman siswa terhadap materi pelajaran secara berkala, bukan hanya sekadar ujian rutin.
Buku-buku seperti Buku Siap Merdeka Ulangan Harian dan Buku Kumpulan Soal Ulangan Harian Sekolah Dasar Kelas 4 telah dirancang khusus untuk membantu siswa memahami konsep-konsep yang diajarkan dalam Kurikulum Merdeka. Buku ini tidak hanya berisi soal-soal latihan, tetapi juga penjelasan lengkap dan contoh kasus yang relevan. Hal ini memungkinkan siswa untuk lebih memahami materi, bukan hanya menghafal jawaban.
Penilaian dalam Kurikulum Merdeka juga lebih berbasis pada High Order Thinking Skills (HOTS) dan literasi. Artinya, siswa tidak hanya diminta untuk menjawab soal dengan benar, tetapi juga mampu menganalisis, mengevaluasi, dan menciptakan solusi berdasarkan konsep yang dipelajari. Dengan demikian, ulangan harian dalam Kurikulum Merdeka lebih menekankan pada penguasaan kompetensi, bukan sekadar nilai.
Perbedaan Ulangan Harian dalam Kurikulum Merdeka dengan Sistem Sebelumnya
Sebelum Kurikulum Merdeka diterapkan, istilah “ulangan harian” biasanya merujuk pada ujian yang dilaksanakan setiap hari atau minggu, dengan bobot penilaian yang relatif tinggi. Siswa cenderung menganggapnya sebagai beban, karena penilaian sering kali hanya berfokus pada hasil akhir, bukan proses belajar.
Namun, dalam Kurikulum Merdeka, penilaian dilakukan secara berkelanjutan dan berbasis kompetensi. Ulangan harian tidak lagi menjadi satu-satunya bentuk penilaian, melainkan bagian dari rangkaian penilaian yang mencakup penilaian formatif, sumatif, dan penilaian proyek. Penilaian formatif dilakukan selama proses pembelajaran, sedangkan penilaian sumatif dilakukan setelah selesainya satu bab atau semester.
Selain itu, dalam Kurikulum Merdeka, penilaian tidak hanya dilakukan oleh guru, tetapi juga melibatkan sikap, keterampilan, dan pengetahuan secara seimbang. Hal ini berbeda dengan sistem sebelumnya, yang cenderung lebih berfokus pada pengetahuan saja.
Fungsi dan Tujuan Ulangan Harian dalam Kurikulum Merdeka
Fungsi utama dari ulangan harian dalam Kurikulum Merdeka adalah untuk:
- Mengevaluasi pemahaman siswa: Ulangan harian digunakan untuk memastikan bahwa siswa telah memahami materi yang diajarkan.
- Memberikan umpan balik: Hasil ulangan harian memberikan informasi kepada guru dan siswa tentang kekuatan dan kelemahan dalam pemahaman.
- Mendorong perkembangan belajar: Dengan adanya penilaian berkala, siswa lebih termotivasi untuk belajar secara konsisten.
- Meningkatkan kemampuan berpikir kritis: Soal-soal yang diberikan dalam ulangan harian sering kali berbasis HOTS dan literasi, sehingga siswa terbiasa berpikir secara analitis.
- Membantu guru merancang strategi pembelajaran: Data dari ulangan harian dapat digunakan oleh guru untuk menyesuaikan metode pengajaran sesuai kebutuhan siswa.
Bagaimana Cara Mempersiapkan Diri Menghadapi Ulangan Harian dalam Kurikulum Merdeka?
Untuk mempersiapkan diri menghadapi ulangan harian dalam Kurikulum Merdeka, siswa perlu melakukan beberapa langkah berikut:
- Memahami Capaian Pembelajaran (CP): CP adalah target yang ingin dicapai oleh siswa dalam setiap mata pelajaran. Siswa perlu memahami apa yang harus dikuasai.
- Mencatat materi yang diajarkan: Siswa harus aktif mencatat dan memahami materi yang diberikan oleh guru.
- Latihan soal HOTS dan literasi: Siswa perlu terbiasa dengan jenis soal yang lebih kompleks, bukan hanya soal pilihan ganda.
- Mengikuti penilaian formatif: Penilaian formatif dilakukan selama proses belajar, jadi siswa perlu aktif dalam setiap sesi pembelajaran.
- Menggunakan buku referensi: Buku seperti Buku Siap Merdeka Ulangan Harian dan Buku Kumpulan Soal Ulangan Harian Sekolah Dasar Kelas 4 sangat bermanfaat untuk persiapan ulangan harian.
Peran Orang Tua dalam Mendukung Siswa Menghadapi Ulangan Harian
Orang tua juga memiliki peran penting dalam membantu anak menghadapi ulangan harian dalam Kurikulum Merdeka. Beberapa cara yang dapat dilakukan oleh orang tua antara lain:
- Membiasakan anak belajar secara mandiri: Orang tua dapat membantu anak menyiapkan jadwal belajar yang teratur.
- Membimbing anak dalam mengerjakan soal: Jika anak mengalami kesulitan, orang tua dapat membantu menganalisis soal dan memberikan panduan.
- Menjaga suasana rumah yang kondusif: Lingkungan belajar yang tenang dan nyaman sangat penting untuk meningkatkan konsentrasi anak.
- Mendorong anak untuk berpikir kritis: Orang tua dapat mengajak anak berdiskusi dan mencari solusi untuk masalah-masalah yang dihadapi.
- Menghindari tekanan berlebihan: Orang tua perlu memahami bahwa belajar bukan hanya tentang nilai, tetapi juga pengembangan diri.
Kesimpulan
Ulangan harian dalam Kurikulum Merdeka merupakan bagian penting dari sistem penilaian yang lebih holistik dan berorientasi pada kompetensi. Berbeda dengan sistem sebelumnya, penilaian ini tidak hanya mengukur hasil akhir, tetapi juga proses belajar dan kemampuan siswa dalam menerapkan konsep-konsep yang dipelajari.
Dengan memahami istilah ulangan harian dalam Kurikulum Merdeka, siswa dapat lebih siap menghadapi tantangan belajar yang lebih kompleks. Guru dan orang tua juga perlu mendukung siswa dalam proses belajar ini agar dapat mencapai hasil yang optimal.
Dalam era pendidikan yang semakin dinamis, pemahaman tentang istilah-istilah baru dalam kurikulum adalah kunci sukses. Dengan peningkatan kompetensi dan kesiapan mental, siswa akan lebih mampu menghadapi tantangan di masa depan.





Komentar