Deretan, Malang – Lahan kosong yang belum dimanfaatkan secara optimal masih banyak dijumpai di wilayah pedesaan, termasuk di Desa Klampok, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang. Keberadaan lahan tersebut sebenarnya memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi area produktif yang mampu mendukung ketahanan pangan serta meningkatkan nilai ekonomi masyarakat. Pemanfaatan lahan kosong secara tepat dapat menjadi solusi sederhana namun berdampak nyata dalam meningkatkan produktivitas desa.
Kedelai merupakan salah satu komoditas pangan strategis yang memiliki kandungan protein tinggi dan banyak dimanfaatkan sebagai bahan baku berbagai produk olahan pangan.
Kebutuhan kedelai yang terus meningkat menjadikan upaya peningkatan produksi dalam negeri sebagai langkah penting. Salah satu alternatif yang dapat dilakukan adalah dengan membudidayakan varietas unggul yang memiliki potensi hasil baik dan adaptif terhadap berbagai kondisi lingkungan.
Dalam rangka mendukung pemanfaatan lahan kosong tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 16 dari Universitas Muhammadiyah Malang melaksanakan program budidaya kedelai varietas Gama Umami di Desa Klampok.
Gama Umami merupakan varietas kedelai unggul yang dikembangkan oleh Universitas Gadjah Mada dan dikenal memiliki ukuran biji relatif besar serta potensi produktivitas yang tinggi.
Kegiatan budidaya dilaksanakan pada lahan seluas 30 meter persegi dengan jumlah tanaman sebanyak 500 batang. Tahap awal kegiatan dimulai dengan pembersihan lahan dari gulma dan sisa tanaman sebelumnya, kemudian dilanjutkan dengan pengolahan tanah untuk memperbaiki struktur dan aerasi tanah. Pembuatan bedengan dilakukan guna memudahkan pengaturan jarak tanam serta sistem drainase.
Penanaman benih dilakukan dengan memperhatikan jarak tanam yang sesuai agar pertumbuhan tanaman dapat berlangsung optimal tanpa persaingan unsur hara yang berlebihan.
Selama masa pertumbuhan, dilakukan pemeliharaan rutin berupa penyiraman, penyiangan gulma, serta pemantauan hama dan penyakit tanaman.
Upaya pengendalian dilakukan secara sederhana dan ramah lingkungan untuk menjaga kualitas tanaman dan keberlanjutan lingkungan sekitar.
Pemanfaatan lahan kosong melalui budidaya kedelai Gama Umami ini tidak hanya bertujuan menghasilkan panen, tetapi juga menjadi sarana edukasi bagi masyarakat mengenai teknik budidaya tanaman pangan yang efektif pada lahan terbatas.
Lahan seluas 30 meter persegi yang sebelumnya tidak produktif dapat diubah menjadi area tanam yang memberikan nilai guna. Hal ini menunjukkan bahwa optimalisasi sumber daya yang tersedia mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Selain mendukung ketahanan pangan di tingkat desa, kegiatan ini juga berpotensi membuka peluang usaha berbasis pertanian skala kecil.
Dengan pengelolaan yang baik, hasil panen kedelai dapat dimanfaatkan untuk konsumsi maupun diolah menjadi produk bernilai tambah.
Keberhasilan program ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi masyarakat Desa Klampok untuk memanfaatkan lahan kosong lainnya secara produktif dan berkelanjutan.
Secara keseluruhan, program budidaya kedelai Gama Umami yang dilaksanakan oleh KKN Kelompok 16 UMM di Desa Klampok merupakan bentuk kontribusi nyata mahasiswa dalam pemberdayaan masyarakat.
Melalui optimalisasi lahan kosong, kegiatan ini mendukung peningkatan produktivitas desa, ketahanan pangan, serta pemanfaatan potensi lokal secara berkelanjutan.





Komentar