Teknologi
Beranda » Berita » Sosialisasi Teknologi Pengusir Hama Tikus Digelar, Mahasiswa KKN UNTAG Surabaya Bekali Petani Desa Sidomukti Penggunaan Alat Tenaga Surya

Sosialisasi Teknologi Pengusir Hama Tikus Digelar, Mahasiswa KKN UNTAG Surabaya Bekali Petani Desa Sidomukti Penggunaan Alat Tenaga Surya

Teknologi Pengusir Hama Tikus
Sosialisasi Teknologi Pengusir Hama Tikus Digelar, Mahasiswa KKN UNTAG Surabaya Bekali Petani Desa Sidomukti Penggunaan Alat Tenaga Surya

Deretan, Bungah, Gresik – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Sub Kelompok 2 Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Surabaya menggelar sosialisasi dan pelatihan penggunaan alat pengusir hama tikus tenaga surya bagi Kelompok Tani dan Pemerintah Desa Sidomukti, Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik.

Kegiatan tersebut menjadi langkah awal sebelum pemasangan 15 unit alat di sejumlah titik persawahan sebagai upaya membantu petani mengurangi gangguan hama tikus yang selama ini memengaruhi hasil panen.

Dalam kegiatan itu, mahasiswa memperkenalkan teknologi pengendalian hama berbasis gelombang ultrasonik yang bekerja menggunakan energi matahari.

Berbeda dengan metode konvensional yang mengandalkan racun atau perangkap, alat ini dirancang untuk mengusir tikus melalui pancaran gelombang ultrasonik sehingga hama menjauh dari area persawahan tanpa menimbulkan dampak terhadap manusia maupun hewan ternak.

Sebelum memasuki sesi praktik, tim KKN memaparkan kondisi pertanian di Desa Sidomukti yang memiliki lahan sawah sekitar 150 hektare dan masih menghadapi persoalan serangan hama tikus.

Cara Membuat Robot Txt dengan Mudah untuk Pemula

Melalui pemanfaatan teknologi tepat guna, mahasiswa berharap petani memiliki alternatif pengendalian hama yang lebih ramah lingkungan, hemat energi, dan mudah diterapkan di lapangan.

Sosialisasi kemudian dilanjutkan dengan pelatihan penggunaan alat secara langsung. Petani diajak mempraktikkan setiap tahapan pemasangan, mulai dari menancapkan alat ke dalam tanah dengan posisi yang stabil, mengarahkan panel surya agar memperoleh sinar matahari secara optimal, hingga mengoperasikan tombol ON/OFF sebagai pengendali utama alat.

Tim juga menjelaskan cara perawatan sederhana, seperti membersihkan panel surya secara berkala agar proses pengisian daya tetap maksimal dan alat dapat bekerja secara berkelanjutan.

“Kami ingin teknologi ini tidak hanya dipasang, tetapi juga benar-benar dipahami dan dimanfaatkan oleh petani. Karena itu, seluruh materi kami sampaikan dengan bahasa yang sederhana agar mudah diterapkan dalam kegiatan sehari-hari di sawah,” ujar Gazian Satya Ibrahim, anggota tim KKN yang bertugas sebagai pemateri sosialisasi.

Suasana pelatihan berlangsung interaktif. Para petani aktif mengajukan berbagai pertanyaan mengenai cara kerja alat, daya tahan ketika digunakan di area persawahan, jangkauan gelombang ultrasonik, hingga efektivitasnya dalam mengurangi gangguan hama tikus.

Advertiser Artinya: Pengertian dan Peran dalam Pemasaran Modern

Diskusi tersebut menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat terhadap penerapan teknologi yang dinilai praktis serta berpotensi mendukung produktivitas pertanian.

Sebagai bentuk pendampingan, tim KKN turut membagikan modul dan poster panduan penggunaan alat yang disusun menggunakan bahasa sederhana dan dilengkapi ilustrasi agar mudah dipahami oleh seluruh peserta.

Selain itu, mahasiswa juga menyiapkan video tutorial sebagai media pembelajaran tambahan sehingga petani dapat mempelajari kembali tata cara penggunaan maupun perawatan alat secara mandiri.

Program ini mendapat dukungan dari Pemerintah Desa Sidomukti dan Kelompok Tani yang berharap inovasi tersebut dapat menjadi salah satu solusi dalam mengurangi kerugian akibat serangan hama tikus.

Setelah seluruh rangkaian sosialisasi dan pelatihan selesai, tim KKN dijadwalkan memasang 15 unit alat pengusir hama tikus tenaga surya di beberapa titik persawahan yang telah disepakati bersama sebagai tahap awal implementasi teknologi tepat guna di Desa Sidomukti.

Nomor Virtual: Solusi Praktis untuk Kebutuhan Verifikasi dan Komunikasi Digital

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN UNTAG Surabaya tidak hanya memperkenalkan sebuah inovasi teknologi, tetapi juga berupaya membangun pemahaman bahwa solusi pertanian tidak selalu harus rumit.

Dengan pendekatan yang sederhana, mudah digunakan, dan sesuai dengan kebutuhan petani, teknologi tepat guna diharapkan mampu menjadi bagian dari upaya menjaga produktivitas pertanian sekaligus mendorong terciptanya praktik pertanian yang lebih berkelanjutan.

Penulis: Gazian Satya Ibrahim

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement