Nasional
Beranda » Berita » PB HMI MPO Gelar Seminar Ketahanan Pangan Demi Pertahanan Bangsa 2045

PB HMI MPO Gelar Seminar Ketahanan Pangan Demi Pertahanan Bangsa 2045

PB HMI MPO
PB HMI MPO Gelar Seminar Ketahanan Pangan Demi Pertahanan Bangsa 2045

Deretan, Jakarta, 21 Juli 2026 – Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam Majelis Penyelamat Organisasi (PB HMI MPO) sukses menyelenggarakan Seminar Nasional Outlook Ketahanan Pangan bertajuk ”Pangan untuk Pertahanan Bangsa 2045″ di Ballroom Aston Kartika Grogol Hotel & Conference Center, Jakarta.

Kegiatan ini menjadi forum strategis yang mempertemukan unsur pemerintah, akademisi, praktisi, serta mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di wilayah Jakarta, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) untuk membahas arah kebijakan ketahanan pangan nasional sebagai fondasi pembangunan menuju Indonesia Emas 2045.

Seminar ini merupakan bagian dari komitmen PB HMI MPO dalam menghadirkan ruang dialog ilmiah yang mengintegrasikan perspektif pertahanan, pembangunan, dan ketahanan pangan sebagai isu strategis nasional.

Melalui forum ini, mahasiswa didorong untuk mengambil peran sebagai mitra kritis sekaligus kontributor gagasan dalam perumusan kebijakan publik yang berorientasi pada kepentingan bangsa.

Sebagai Narasumber, Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KASAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menegaskan bahwa ketahanan pangan merupakan salah satu pilar utama dalam sistem pertahanan negara.

Mahasiswa Desain Interior ISI Surakarta Meraih Dampak Nyata Melalui Pelaksanaan Kegiatan Magang Pada Program Mahasiswa Berdampak

Menurutnya, kemandirian pangan menjadi syarat penting bagi terwujudnya kedaulatan nasional, karena negara yang mampu memenuhi kebutuhan pangannya sendiri akan memiliki daya tahan yang lebih kuat dalam menghadapi berbagai tantangan global.

Dalam pemaparannya, KASAD menjelaskan bahwa TNI Angkatan Darat terus mendukung program pemerintah melalui pemanfaatan lahan tidur menjadi lahan produktif, pengembangan kawasan pertanian dan agroforestri, serta optimalisasi sistem irigasi melalui kerja sama dengan Kementerian Pertanian dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Langkah tersebut dinilai sebagai bentuk nyata sinergi lintas sektor dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.

Lebih lanjut, Jenderal Maruli menegaskan bahwa keterlibatan TNI AD dalam pembangunan sektor pertanian merupakan implementasi konsep Pertahanan Rakyat Semesta, di mana kekuatan pertahanan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan militer, tetapi juga oleh kemampuan bangsa dalam menjamin ketersediaan pangan, menjaga stabilitas logistik, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya petani.

Selain menghadirkan KASAD sebagai pembicara utama, seminar juga menghadirkan pakar hukum tata negara dan praktisi hukum untuk memberikan perspektif mengenai keterkaitan kebijakan publik, tata kelola pemerintahan, dan ketahanan pangan dalam kerangka pembangunan nasional.

Diskusi berlangsung interaktif dengan partisipasi aktif mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Jabodetabek yang menyampaikan pandangan serta pertanyaan terkait tantangan sektor pangan di Indonesia.

BRI Peduli Salurkan Paket Sembako untuk Masyarakat Kurang Mampu di Kabupaten Probolinggo

PB HMI MPO memandang bahwa ketahanan pangan tidak lagi dapat dipahami semata sebagai persoalan produksi pertanian, tetapi harus ditempatkan sebagai agenda strategis nasional yang berkaitan erat dengan ketahanan ekonomi, stabilitas sosial, dan pertahanan negara.

Oleh karena itu, sinergi antara pemerintah, akademisi, dunia usaha, organisasi kemasyarakatan, dan generasi muda menjadi kunci dalam mewujudkan sistem pangan nasional yang tangguh dan berkelanjutan.

Melalui seminar ini, PB HMI MPO berharap lahir berbagai rekomendasi konstruktif yang dapat menjadi masukan bagi para pemangku kepentingan dalam merumuskan kebijakan ketahanan pangan yang lebih adaptif, inklusif, dan berorientasi pada kepentingan nasional.

Seminar Nasional Outlook Ketahanan Pangan ini menghasilkan sejumlah gagasan strategis sebagai berikut:

  1. Ketahanan pangan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari sistem pertahanan negara, sehingga pembangunan sektor pangan harus menjadi prioritas nasional.
  2. Kemandirian pangan menjadi fondasi kedaulatan bangsa, karena ketergantungan terhadap impor pangan dapat melemahkan ketahanan nasional dalam menghadapi dinamika global.
  3. Optimalisasi lahan tidur dan penguatan infrastruktur irigasi merupakan langkah strategis untuk meningkatkan produktivitas pertanian dan mendukung swasembada pangan.
  4. Kolaborasi lintas sektor antara TNI, kementerian, pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan masyarakat merupakan prasyarat dalam membangun ekosistem ketahanan pangan yang berkelanjutan.
  5. Peningkatan kesejahteraan petani harus menjadi bagian dari kebijakan ketahanan pangan nasional, mengingat sektor pertanian memiliki kontribusi besar terhadap stabilitas ekonomi dan sosial masyarakat.
  6. Mahasiswa memiliki peran strategis sebagai agen perubahan, melalui riset, inovasi, advokasi kebijakan, dan pengabdian masyarakat dalam mendukung penguatan ketahanan pangan menuju Indonesia Emas 2045.
  7. Ketahanan pangan harus dipandang sebagai investasi jangka panjang dalam membangun bangsa yang mandiri, berdaya saing, dan memiliki kemampuan menghadapi berbagai tantangan global di masa depan.

Dengan penyelenggaraan seminar ini, PB HMI MPO menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan forum-forum intelektual yang menghasilkan gagasan strategis dan mendorong kolaborasi lintas sektor demi terwujudnya ketahanan pangan nasional sebagai salah satu pilar utama pembangunan dan pertahanan bangsa.

Perkuat Perlindungan Konsumen, Malahayati Consultant Jalin Sinergi dengan Satgas PASTI OJK

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement